Tuesday 5 March 2013

Posted by Unknown | File under :



Apa kalian tahu negatif thinking itu apa ? negatif adalah kurang baik, sedangkan thinking itu berpikir. Jadi kalau menurut saya negatif thinking itu berpikiran kurang baik terhadap seseorang.

Seseorang berpikiran negatif thinking, karna seseorang itu merasa dirinnya sedang dipermasalahkan atau dijauhkan oleh seseorang yang lain. Sehingga seseorang yang merasa itu berpikiran negatif thinking (Negthink).

Kita boleh saja negatif thinking terhadap seseorang, tapi tidak secara berlebihan. Negatif Thinking itu bagus untuk mengatur strategi apa yang seseorang lakukan ketika seseorang itu dalam bermasalah.

Jenis-jenis dan contoh-contoh negative thinking (keyakinan dan pemikiran yang irasional).
1. All or nothing.
Berpikir pada ekstrim kiri dan kanan. Berhasil berarti sukses, gagal berarti pecundang. Contoh: Kamu tidak naik kelas, artinya kamu memercayai bahwa kamu bodoh, tidak berguna, tidak punya masa depan.
2. Overgeneralization
Hal buruk yang terulang, akan terus berulang. Misalnya: kamu pernah dikhianati pacar kamu. Akibatnya kamu berpikir bahwa kamu akan terus dikhianati oleh pacar kamu selanjutnya, sehingga kamu memilih untuk tidak pacaran.
3. Jumping to conclusion
Kamu mengambil kesimpulan seperti kamu seorang peramal. Misalnya: Kamu menelepon pacar kamu dan tidak diangkat, kamu berpikir pacar kamu sedang selingkuh.
4. The binocular trick 
Kamu melihat segala sesuatunya berlebihan. Misalnya: Kamu mengalami masalah kecil, lantas berpikir masalah itu luar biasa besar.
5. Emotional reasoning.
Kamu percaya apa yang kamu rasakan merefleksikan diri kamu. Misalnya: Kamu merasa jelek, karena kamu memang jelek.
6. Pikiran2 seharusnya dan harus.
Kamu secara konstan menganggap kamu harus ini atau kamu memang seharusnya melakukan itu. Misalnya: Teman kamu meminta kamu mengerjakan tugasnya. Kamu menolak dan teman kamu marah. Kamu lantas berpikir seharusnya memang kamu harus mengerjakannya. Akibatnya, kamu tidak pernah lagi bisa menolak apa yang tidak seharusnya kamu kerjakan menjadi sesuatu yang harus kamu kerjakan. Kamu kehilangan asertifitas kamu.
7. Labeling and mislabeling
Kamu memberikan label pada apa yang kamu kerjakan. Misalnya kalau kamu ranking 1 kemudian bergeser jadi ranking 2. Kamu berpikir kamu itu emang bodoh dan pecundang. Kamu tidak akan pernah bisa menang. Begitupun dengan cara kamu menilai orang lain.
8. Personalisasi
Kamu berpikir bahwa kamu bertanggung jawab atas segala kesalahan yang terjadi. Misalnya: Ketika suami kamu menuntut cerai, kamu berpikir kamulah yang salah.
9. Mental Filter
Kamu selalu memposisikan kamu rendah dalam segala situasi yang positif. Misalnya: karya tulis kamu berhasil dipasang di koran. Kamu seharusnya bangga dan senang, tapi kamu malah berpikir, kamu hanya beruntung karena orang yang pintar tidak mengirimkan karya apa2.
10. Diminishing the positive
Kamu melihat kejadian yang positif dengan cara negatif. Misalnya: kamu naik pangkat, tapi kamu merasa tidak dihargai karena gajinya cuma nambah dikit.
Dengan mengerti pola2 ini, kamu akan lebih dapat memahami negative thinking seperti apa yang kamu miliki.

Jadi, kalau menurut saya negatif thinking itu boleh boleh saja tapi tidak terlalu berlebihan. Ambil positif nya aja sob.
semoga bermanfaat :)

0 komentar:

Post a Comment